![]() |
| Hidayatur Rohma, Mahasiswa Univ. Trunojoyo memprektekan cara menggunakan tungku sederhana berbahan baku limbah gergaji. Foto Hid. Rohmah. |
Limbah merupakan output atau keluaran dari hasil proses produksi kedua setelah produk inti,seringkali dibuang tanpa memperhatikan segi kebermanfaatan lainya. Lalu, apakah limbah gergaji dapat dimanfaatkan?
Mahasiswa Universitas Trunojoyo, Madura berhasil memanfaatkan limbah gergaji sebagai bahan bakar tungku tradisional yang ramah lingkungan, rancangan tungku tersebut memanfaatkan dari limbah kaleng bekas biskuit.
Melimpahnya bahan baku didaerah sektor industri rumahan pengerajin meubel. Seperti di Kelurahan Kebonagung, Kota Pasuruan. Sangat disayangkan apabilah limbah bekas gergaji kayu yang berupa serbuk dibuang begitu saja atau dijual dengan harga yang sangat murah.
Antara lain dapat dipergunakan sebagai bahan bakar memasak alternatif.
Kenapa serbuk gergaji ? selain harganya lebih murah dibandingkan menggunakan kayu bakar, ternyata perolehan energi panas lebih baik dan tahan lama ketimbang menggunakan kayu bakar. Ini dapat terjadi pada saat posisi serbuk gergaji memenuhi kotak atau tungku dengam tingkat kepadatan yang baik sehingga ketika api dinyalakan maka akan menghasilkan daya panas yang merata yang lebih awet, berbeda dengan menggunakan batang kayu yang mudah habis dan cepat padam.
Saat batang kayu habis terbakar maka api lambat laun akan ikut padam, sehingga membutuhkan kayu lebih banyak untuk pembakaran yang lebih lama. Oleh karenanya serbuk gergaji dapat memenuhi syarat disebut sebagai sistem save trees, save life.
Bagaimana caranya menggunakan serbuk gergaji menjadi bahan bakar yang ramah lingkungan.
Pemadatan serbuk gergaji cukup dipadatkan, memenuhi tungku buatan pada saat memasukan kedalamnya, ketika dirasa sudah cukup padat digunakan maka dapat dipergunakan sebagai alat pembakaran yang efektif.
Penulis : Hidayatur Rohma ( Mahasiswa Univ. Trunojoyo )
Editor : Avan




