![]() |
| Pasukan Gabungan TNI-Polri, Lintas Organisasi Pemerintah serta Organisasi Sosial. Jumat,19/12/2025. Foto Arya |
Pasuruan – Polres Pasuruan melibatkan organisasi sosial dan elemen masyarakat, yakni RAPI, ORARI, dan Pramuka, dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Semeru 2025 untuk pengamanan NATARU ( Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 ). Apel digelar Jumat (19/12/2025) di halaman Mapolres Pasuruan Wicaksana Laghawa.
Apel dipimpin Wakapolres Pasuruan Kompol Andi Purnomo selaku Inspektur Upacara (Irup). Kegiatan ditandai dengan penyematan pita tanda operasi kepada perwakilan TNI, Polri, dan Dinas Perhubungan, serta dilanjutkan doa bersama, termasuk mendoakan masyarakat terdampak bencana di Aceh.
Dalam amanatnya, Kompol Andi Purnomo menegaskan bahwa pengamanan Natal dan Tahun Baru membutuhkan sinergi lintas sektor, tidak hanya aparat kepolisian dan TNI tetapi juga peran aktif organisasi sosial.
“Pengamanan dan pelayanan Natal serta Tahun Baru harus dilakukan secara ekstra. Keterlibatan organisasi sosial menjadi kekuatan penting dalam mendukung pelayanan dan respon cepat di lapangan demi memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” tegasnya.
Operasi Lilin Semeru 2025 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025, dengan melibatkan 438 personel gabungan dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, serta unsur pendukung lainnya.
Dalam operasi ini, RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) dilibatkan untuk mendukung komunikasi informasi lapangan, terutama penyampaian kondisi lalu lintas, situasi darurat, dan potensi kebencanaan secara cepat.
Sementara ORARI (Organisasi Amatir Radio Indonesia) berperan sebagai jaringan komunikasi cadangan, khususnya saat terjadi gangguan jaringan utama, sehingga koordinasi antarpetugas tetap berjalan lancar.
Adapun Pramuka dilibatkan sebagai relawan pendukung pelayanan masyarakat, membantu pengaturan di sekitar lokasi kegiatan, pusat keramaian, serta memberikan edukasi kedisiplinan dan ketertiban selama perayaan Natal dan Tahun Baru.
Personel gabungan disiagakan di berbagai titik strategis, meliputi gereja, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, jalur tol dan arteri, kawasan wisata, serta lokasi rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. Rekayasa lalu lintas dilakukan secara situasional sesuai kondisi lapangan.
Selain aspek keamanan, Polres Pasuruan juga mengantisipasi cuaca ekstrem dan potensi bencana alam, seiring prediksi BMKG terkait puncak musim hujan hingga Februari 2026. Tim tanggap bencana dan sarana pendukung disiapkan guna mendukung respon cepat di lapangan.
Untuk pelayanan kepada masyarakat, layanan darurat Kepolisian 110 dioptimalkan selama pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2025.
Menutup amanatnya, Wakapolres Pasuruan menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan organisasi sosial yang terlibat. Ia menegaskan bahwa Operasi Lilin Semeru 2025 merupakan tanggung jawab bersama demi terciptanya situasi aman, tertib, dan kondusif di wilayah Pasuruan. (arya/van)




