![]() |
| Tarman (74) penuhi panggilan polisi setelah 2 kali mangkir terancam dibui setelah ada dugaan pelanggaran pidana. Foto Istimewa |
PACITAN-Nama Mbah Tarman, kakek 74 tahun asal Jawa Timur, sempat viral lantaran menikahi gadis muda Sheila Arika dengan mahar cek senilai Rp 3 miliar. Kisah cinta mereka yang awalnya dianggap unik kini justru berubah arah, dari sorotan romantis menjadi deretan dugaan pelanggaran hukum.
Keluarga Sheila sendiri memutuskan tidak melaporkan Mbah Tarman ke polisi. Mereka memilih penyelesaian kekeluargaan dan enggan memperpanjang urusan ke ranah hukum, seperti dikutip dari Kompas.com (8/10/2025). Keputusan itu muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap keabsahan mahar miliaran rupiah yang dijanjikan sang kakek.
Beberapa hari setelah itu, Mbah Tarman akhirnya diperiksa oleh Polres Pacitan setelah tiga kali mangkir dari panggilan. Dalam pemeriksaan, ia mengaku bahwa cek Rp 3 miliar tersebut hilang.
Polisi menindaklanjuti kasus ini dengan laporan model A karena ditemukan indikasi pelanggaran pidana. “Ya, betul. Menurut penyampaiannya seperti itu,” ujar Aiptu Thomas Alim Suheny, Kasi Humas Polres Pacitan, dikutip dari Tribunnews.
Belum reda soal mahar hilang, nama Mbah Tarman kembali mencuat lewat dugaan baru. Ia disebut menipu warga di Ponorogo, Trenggalek, Lamongan, dan Wonogiri dengan modus bisnis cengkeh yang diklaim akan dikirim ke PT Djarum.
Warga dijanjikan proyek besar dan sempat ditampung di sebuah rumah di Kecamatan Sukorejo, Ponorogo. “Benar ada lima orang ditampung dan dijanjikan bisa kirim cengkeh ke perusahaan rokok Djarum,” kata Iptu Yayun Sriwiningrum, Humas Polres Ponorogo, dikutip dari Realita.co.
Polisi menyebut belum ada kerugian materiil yang terbukti, namun penyelidikan tetap berjalan untuk memastikan apakah ada unsur penipuan.
Publik pun mulai menyoroti bagaimana kisah asmara viral itu berubah jadi deretan masalah hukum yang belum berujung.
Dari “Sultan Cek Rp 3 M” yang dulu dielu-elukan, kini Mbah Tarman justru menjadi simbol peringatan agar masyarakat tidak mudah tergiur janji besar—baik soal cinta maupun bisnis.
Kejujuran dan kewaspadaan jadi pelajaran utama dari kisah ini : viral boleh, tapi tetap harus logis dan transparan. (red)




