Sita 11 Juta Batang Rokok, Purbaya: Bea Cukai Sudah Hampir Sulit Disogok

Rokok ilegal yang disita Bea Cukai dimusnahkan dengan cara dibakar. (Foto: liputan6.co)

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan apresiasi terhadap kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang dinilainya semakin bersih dari praktik suap.

"Bea Cukai sekarang lebih aktif melakukan razia-razia dan pemeriksaan, mereka sudah hampir sulit disogok lagi. Jadi, penangkapannya semakin besar dan semakin besar," puji Purbaya dalam Konferensi Pers APBN Kita di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (18/12) dikutip dari cnnindonesia.com.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya usai memaparkan hasil penindakan terbesar DJBC, yakni penyitaan 11 juta batang rokok ilegal dengan nilai barang bukti mencapai Rp23 miliar. Dari operasi tersebut, potensi kerugian negara yang berhasil dicegah ditaksir sebesar Rp12,5 miliar.

"Ini ada rangkaian penindakan terbesar, dapat 11 juta batang rokok ilegal," tegasnya.

Dalam kasus ini, tiga warga negara asing turut diamankan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Penangkapan dilakukan berdasarkan laporan masyarakat, setelah diketahui rokok ilegal tersebut diselundupkan dari Dili, Timor Leste, melalui pelabuhan tikus dan ditimbun di Atambua, NTT.

"Penangkapan dilakukan secara sinergis di boarding lounge keberangkatan luar negeri Bandara Soekarno-Hatta saat ketiganya akan meninggalkan Indonesia. Saat ini, ketiga tersangka telah dilakukan penahanan di Rutan Salemba Cabang Kantor Pusat DJBC. Serta telah dilakukan koordinasi dengan kedutaan besar negaranya di Indonesia," jelas Purbaya.

Ia menambahkan, upaya penindakan semacam ini akan terus ditingkatkan ke depannya. "Ke depan hal-hal seperti ini akan semakin ditingkatkan dan saya yakin hasilnya akan semakin besar lagi," pungkasnya.

Pujian ini menjadi kontras dengan pernyataan Purbaya sebelumnya yang sempat mengancam akan membekukan DJBC jika tidak mampu memperbaiki citranya. Kala itu, ia bahkan meminta waktu satu tahun kepada Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan pembenahan menyeluruh. Jika gagal, sebanyak 16 ribu pegawai DJBC terancam dirumahkan. (nra)

Related Posts

Related Posts

Nasional

Kolom - Politik

Recent Posts Label

Pemerintahan

Kriminal

Kebudayaan

Kabar Travel