![]() |
| Ketua PP Muhammadiyah berkomitmen menyalurkan bantuan beras 30 ton yang sebelumnya berpolemik. (Foto: muhammadiyah.or.id) |
JAKARTA - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi mengambil alih penyaluran bantuan kemanusiaan berupa 30 ton beras dari Uni Emirat Arab (UEA) yang sebelumnya sempat menjadi polemik di Medan. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan mitra kemanusiaan dari UEA kepada Muhammadiyah untuk menyalurkan bantuan kepada korban banjir.
"Dalam kerja-kerja kemanusiaan, Muhammadiyah tidak mempermasalahkan status kebencanaan. Ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, di situlah Muhammadiyah bergerak," tegas Haedar, dikutip dari nasional.sindonews.com, Sabtu (20/10/2025).
Haedar juga menekankan bahwa Muhammadiyah selalu mengedepankan aksi nyata dalam merespons bencana. "Bantuan ini akan segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai wujud komitmen Muhammadiyah untuk terus berkhidmat bagi kemanusiaan dan kebangsaan," pungkas Haedar.
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, memastikan bahwa bantuan dari UEA tidak akan dikembalikan, melainkan tetap disalurkan kepada warga terdampak melalui Muhammadiyah. Ia menjelaskan bahwa bantuan tersebut berasal dari organisasi non-pemerintah di UEA, bukan dari pemerintahnya.
"Ini bukan bantuan G2G. Jadi bukan dari negara Uni Emirat Arab, melainkan dari NGO," kata Bobby, Jumat (19/12/2025).
Karena berasal dari NGO, Pemerintah Kota Medan menyerahkan penyaluran bantuan kepada Muhammadiyah yang dinilai memiliki kapasitas dan jaringan dalam penanganan bencana.
"Sebenarnya bukan dipulangkan, tetapi karena ini bantuan dari NGO, maka diserahkan kepada NGO yang ada di Indonesia, yaitu Muhammadiyah. Nanti Muhammadiyah yang akan menyalurkan kepada para korban," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan bahwa bantuan tersebut berasal dari Red Crescent, bukan dari pemerintah UEA.
"Duta Besar United Arab Emirates yang menyampaikan kepada kami tadi malam bahwa yang diberikan itu bantuan 30 ton berasal bukan dari dasar dari pemerintahan United Arab Emirates, tapi dari Red Crescent," kata Tito konferensi pers Penanganan Bencana Sumatera di Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Jumat (18/12/2025).
Tito menambahkan bahwa bantuan sempat tidak diterima oleh Wali Kota Medan karena belum ada kejelasan mekanisme penerimaan bantuan asing. Namun kini, bantuan tersebut telah berada di tangan Muhammadiyah Medical Center dan siap disalurkan.
"Beras ini sekarang sudah ada di tangan Muhammadiyah. Dan nanti Muhammadiyah yang akan membagikan kepada masyarakat," jelasnya. (nra)




