Konflik PBNU Mereda, Gus Yahya Ajak Seluruh Kader NU Siapkan Muktamar ke-35

Pertemuan Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf serta jajaran Mustasyar PBNU di Pesantren Lirboyo Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12/2025). (Foto: antaranews.com)

JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, mengimbau seluruh jajaran pengurus NU dari berbagai tingkatan untuk bersatu dalam mempersiapkan pelaksanaan Muktamar ke-35 NU secara sah, bermartabat, dan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Seruan ini disampaikan Gus Yahya saat membacakan Surat Pernyataan Nomor: 4937/PB.23/A.II.07.08/99/12/2025 yang berjudul Tanggapan atas Tabayun Rais Aam: Menjernihkan Masalah, Menatap Masa Depan, di Lobi Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, pada Rabu (24/12/2025).

“Mari kita bersama-sama, dalam semangat musyawarah, menyiapkan Muktamar yang legitimate dan sesuai dengan AD/ART sebagai jalan keluar yang terhormat dan konstitusional untuk menyelesaikan semua persoalan dan membawa NU melangkah ke masa depan yang lebih baik,” ujar Gus Yahya membacakan isi surat tersebut, dikutip dari nu.or.id, Jumat (26/12/2025).

Ia menekankan bahwa dinamika internal yang terjadi akhir-akhir ini tidak seharusnya menimbulkan perpecahan yang berkepanjangan dan merusak NU sebagai rumah besar bersama. Menurutnya, energi organisasi seharusnya diarahkan untuk pengabdian dan pelayanan umat, bukan tersita oleh konflik internal.

Gus Yahya juga mengajak seluruh pengurus NU di berbagai tingkatan untuk tetap menjalankan tugas-tugas organisasi tanpa terpengaruh oleh ketegangan yang sedang berlangsung.“Untuk itu, saya mengajak semua pihak, termasuk diri saya sendiri, untuk saling memaafkan dan membuka lembaran baru dengan semangat persaudaraan (ukhuwah),” katanya.

Menanggapi Surat Tabayun dari Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Gus Yahya menilai bahwa isi surat tersebut harus dipahami secara menyeluruh karena saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain.

 “Jika kita bersedia melihat dan memahami keseluruhan konteks tersebut secara utuh dan jujur, maka akan tampak dengan sangat nyata bahwa keputusan Rapat Harian Syuriyah di Hotel Aston pada 20 November 2025 beserta seluruh keputusan turunannya, hingga klaim penetapan Penjabat Ketua Umum, adalah tindakan yang tidak memiliki dasar,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa keputusan tersebut tidak hanya tidak memiliki dasar yang kuat, tetapi juga bertentangan dengan AD/ART NU, sehingga secara hukum dianggap batal.

 “Oleh karena itu, sebagai mandataris Muktamar yang bertanggung jawab menjaga konstitusi jamiyah, saya menolak keputusan tersebut dan seluruh produk lanjutannya, bukan untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.

Gus Yahya menutup dengan menegaskan bahwa sikap ini diambil demi menjaga kehormatan, konstitusi, dan tatanan organisasi yang diwariskan oleh para pendiri NU, serta memastikan NU tetap berjalan di jalur konstitusional dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan. (nra)

Related Posts

Related Posts

Nasional

Kolom - Politik

Recent Posts Label

Pemerintahan

Kriminal

Kebudayaan

Kabar Travel