Teror Influencer dan Aktivis Kian Marak, Menteri HAM Minta Polisi Usut

Sejumlah influencer dan aktivis media sosial yang mendapat teror. (Foto: modusaceh.co)

JAKARTA - Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, mendesak aparat kepolisian untuk menyelidiki secara menyeluruh serangkaian aksi teror yang menimpa sejumlah aktivis dan influencer setelah mereka menyuarakan kritik terhadap penanganan banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Sumatera pada akhir November 2025.

"Terkait maraknya teror yang menimpa influencer, saya minta kepada aparat kepolisian untuk mengusut secara tuntas agar diketahui apa motif dan siapa pelakunya," kata Pigai dalam pernyataan resminya di Jakarta, Jumat (2/1/2025) dikutip dari antaranews.com.

Ia menyampaikan apresiasi kepada siapa pun yang menggunakan hak kebebasan berpendapat untuk menyampaikan kritik, termasuk para influencer.

"Saat ini kita menikmati surplus demokrasi, yakni hak berpendapat atas pikiran dan perasaan yang dijamin tanpa adanya protokol lalu lintas. Dalam situasi ini, tidak mungkin institusi, apalagi negara, menghalangi kebebasan tersebut," ucapnya.

Meski demikian, Pigai mengingatkan pentingnya bersikap bijak dalam menyampaikan pendapat. Ia menilai bahwa kritik yang tidak disampaikan secara proporsional bisa berubah menjadi serangan terhadap martabat pribadi maupun lembaga.

Ia juga menyoroti kemungkinan adanya pihak-pihak yang memanfaatkan situasi dengan berpura-pura menjadi korban demi meraih simpati publik, menambah pengikut di media sosial, atau menciptakan konflik antarpribadi.

Pigai menegaskan bahwa ruang demokrasi harus dijaga agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Ia juga mengimbau para influencer agar tidak langsung menyudutkan pemerintah dalam kritik mereka, mengingat belum ada hasil penyelidikan resmi yang menyatakan siapa pihak yang bertanggung jawab atas bencana tersebut.

Menurutnya, kebebasan berpendapat sering kali disertai dengan praktik penggiringan opini yang menyesatkan, seperti serangan ad hominem, manipulasi emosi, generalisasi berlebihan, hingga kekeliruan logika sebab-akibat. Ia mengajak masyarakat untuk tetap berpikir jernih dan objektif, terutama saat menyerap informasi di media sosial.

Terkait penanganan bencana, Pigai menyebut pemerintah telah menunjukkan komitmen melalui langkah-langkah nyata yang terstruktur dan berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah menjalankan dua fase utama, yakni tanggap darurat dan pembangunan infrastruktur untuk pemulihan masyarakat terdampak.

"Semua orang tentu tahu dan telah menyaksikan bahwa hampir setiap minggu Presiden datang ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat," ujarnya.

Pigai menolak keras segala bentuk tudingan yang menyebut pemerintah sebagai pelaku teror tanpa bukti hukum yang sah. Ia menegaskan bahwa jika memang ada aksi teror, pelakunya bukan berasal dari institusi negara.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pemerintah tetap menghargai kritik yang membangun, namun harus disampaikan secara bertanggung jawab dan tidak dimanipulasi demi kepentingan popularitas.

Sebelumnya, beberapa influencer seperti DJ Donny, Sherly Annavita, dan Chiki Fawzi mengaku menjadi korban teror setelah mengkritik penanganan bencana di Sumatera. DJ Donny melaporkan dua insiden teror di rumahnya, termasuk pengiriman bangkai ayam dan pelemparan molotov.

"Jadi, kemarin saya dapat teror, dikirim bangkai ayam ke rumah saya. Lalu, semalam jam 3.00 WIB, di CCTV (kamera pengawas) terekam orang melempar molotov ke rumah saya," kata Donny saat ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu (31/12).

Mobil milik Sherly Annavita dicoret oleh orang tak dikenal, sementara Chiki Fawzi menerima ancaman melalui media digital. Selain mereka, aktivis Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, juga mengalami teror serupa berupa bangkai ayam dan surat ancaman yang berbunyi:

"Jagalah ucapanmu apabila Anda ingin menjaga keluargamu. Mulutmu harimaumu," demikian isi pesan tersebut menurut pernyataan resmi Greenpeace Indonesia di Instagram. (nra)

Related Posts
Terbaru Lebih lama

Related Posts

Nasional

Kolom - Politik

Recent Posts Label

Pemerintahan

Kriminal

Kebudayaan

Kabar Travel