![]() |
| Portal Parkir Cashless. Gambar Istimewa |
PASURUAN – Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menyebut penerapan sistem parkir cashless atau non tunai di Kabupaten Pasuruan belum bisa dilakukan secara menyeluruh. Kesiapan masyarakat dan potensi pendapatan daerah menjadi pertimbangan dalam penerapan sistem tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Rusdi saat diwawancarai seusai menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan, Rabu (28/10/2026).
Saat ini, sistem parkir cashless telah diterapkan di sejumlah fasilitas publik, seperti rumah sakit dan kawasan wisata Taman Safari. Sementara itu, penerapannya di lokasi lain, seperti parkir di tepi jalan dan kawasan ritel, masih belum bisa dilakukan secara menyeluruh.
Rusdi menjelaskan, pengguna parkir di Kabupaten Pasuruan tidak hanya berasal dari warga setempat. Hal itu menjadi salah satu pertimbangan dalam penerapan sistem pembayaran nontunai.
“Yang parkir di Kabupaten Pasuruan kan bukan hanya orang Pasuruan. Contoh, retribusi parkir terbesar pariwisata terbesar ada di Taman Safari,” ujar Rusdi.
Menurutnya, masyarakat Kabupaten Pasuruan secara luas belum sepenuhnya siap menerapkan sistem parkir cashless. Luasnya wilayah kabupaten juga menjadi pertimbangan pemerintah daerah dalam menentukan penerapan sistem tersebut.
Rusdi menilai, penerapan parkir nontunai perlu mempertimbangkan kondisi masyarakat agar tidak berdampak pada penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir.(red)




