![]() |
| Gambar wajah Marsinah dalam teater Peringatan Hari Buruh Internasional 2023. (Foto: kompas.com) |
JAKARTA - Marsinah, aktivis buruh yang tewas dalam perjuangan membela hak pekerja dinilai memenuhi kriteria untuk dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Nama Marsinah disebut sebagai salah satu yang paling banyak diusulkan oleh organisasi buruh serta pemerintah daerah.
Pernyataan itu disampaikan Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, Fadli Zon. “(Marsinah) memenuhi syarat. Kan perjuangan buruh, perjuangan menginspirasi juga ya yang saya kira soal perjuangan untuk kesejahteraan buruh, hak-hak buruh, dan lain-lain,” kata Fadli Zon di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 5 November 2025, dikutip dari tempo.co.
Fadli menjelaskan, Dewan Gelar telah menerima 49 nama calon penerima gelar Pahlawan Nasional dari Kementerian Sosial. Berdasarkan kajian Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP). Dari jumlah tersebut, sembilan nama merupakan usulan yang pernah diajukan sebelumnya.
Dari total usulan itu, Dewan Gelar menetapkan 24 nama sebagai prioritas untuk dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Meski begitu, Fadli tidak mengungkap apakah Marsinah termasuk dalam daftar prioritas tersebut.
Presiden Prabowo Subianto turut menyatakan dukungannya terhadap pengusulan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional. Dukungan itu disampaikan dalam pidato peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Monas, Jakarta, pada 1 Mei 2025.
Dia mengungkap bahwa para pemimpin serikat buruh sempat menyampaikan aspirasi agar ada tokoh dari kalangan buruh yang diangkat sebagai Pahlawan Nasional. "Dalam pertemuan, para tokoh buruh menyampaikan kepada saya, 'Pak, kenapa sih tidak ada Pahlawan Nasional dari kaum buruh?'" ujar Presiden Prabowo seperti dikutip Antara.
Prabowo kemudian meminta para pimpinan buruh untuk berdiskusi dan menyepakati satu nama yang layak diusulkan. "Mereka kemudian menyampaikan, bagaimana kalau Marsinah, Pak? Marsinah jadi Pahlawan Nasional," kata Prabowo mengulang pernyataan para pemimpin serikat buruh.
Untuk dketahui, Marsinah dikenal sebagai aktivis buruh yang gigih memperjuangkan hak-hak pekerja di PT CPS Sidoarjo, Jawa Timur. Dia lahir di Nganjuk pada 10 April 1969 dan aktif memimpin aksi tuntutan kenaikan upah.
Marsinah ditemukan tewas pada 9 Mei 1993 di hutan wilayah Nganjuk, setelah diduga disiksa dan diculik karena aktivitasnya dalam demonstrasi buruh. Kasus pembunuhannya hingga kini masih menjadi sorotan sebagai pelanggaran HAM berat yang belum terselesaikan. (nra)




