![]() |
| Angkota Kota Malang ( ADL ) parkir, Foto TribunJatim |
Kota Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersiap melakukan penataan ulang trayek angkutan kota (angkot) seiring beroperasinya Bus Trans Jatim di wilayah Malang Raya. Langkah ini dilakukan agar layanan transportasi publik di Kota Malang bisa saling melengkapi, bukan saling berebut penumpang.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menjelaskan, pihaknya tengah mengkaji peta trayek angkot agar disesuaikan dengan rute Trans Jatim yang segera beroperasi. “Kita ingin angkot tetap hidup, tapi dengan pola baru yang selaras dengan keberadaan Trans Jatim,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Selasa (11/11/2025), dikutip dari Radar Malang.
Sebagai langkah transisi, Dishub memberi kelonggaran kepada angkot untuk berhenti sementara di shelter atau rambu Trans Jatim. Namun, aturan ini bersifat sementara dan sopir angkot hanya diperbolehkan berhenti sekitar dua hingga tiga menit. “Itu bentuk toleransi sementara sambil kita tata ulang rute dan pola operasional di lapangan,” tambahnya.
Dishub mencatat, dari rencana awal 28 titik, kini hanya 18 shelter yang akan difungsikan. Angkot diperbolehkan menurunkan dan menaikkan penumpang di titik-titik tersebut sambil menunggu Trans Jatim resmi beroperasi pada 20 November 2025 mendatang.
Selain menyesuaikan trayek, Pemkot Malang juga membuka peluang bagi sopir angkot untuk bergabung sebagai pengemudi Trans Jatim. Langkah ini diambil agar transformasi transportasi publik tidak menimbulkan dampak sosial bagi para sopir. “Kita ingin perubahan ini membawa manfaat bagi semua pihak,” ujar pejabat Dishub Kota Malang.
Melalui penataan ini, Pemkot Malang berharap wajah transportasi kota menjadi lebih tertib, nyaman, dan efisien. Kolaborasi antara sistem angkutan tradisional dan bus modern diharapkan bisa menciptakan mobilitas yang lebih lancar bagi warga Kota Malang.(van)




