SAH ! Marsinah Jadi Pahlawan Bersama 9 Nama Lainya

Marsinah. Editor Avan

Jakarta – Setelah puluhan tahun menjadi simbol perjuangan kaum pekerja, aktivis buruh asal Sidoarjo Marsinah akhirnya resmi mendapat gelar Pahlawan Nasional. Gelar itu diberikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam upacara kenegaraan di Istana Negara, Senin (10/11/2025).

Marsinah dikenal sebagai buruh pabrik arloji di Sidoarjo yang gigih memperjuangkan hak-hak pekerja hingga akhirnya tewas secara tragis pada 1993. Kini, perjuangannya diakui negara lewat Keputusan Presiden Nomor 116/TK/Tahun 2025.

“Beliau bukan hanya simbol perjuangan buruh, tetapi juga keberanian seorang perempuan Indonesia dalam memperjuangkan keadilan,” ujar Presiden Prabowo dalam sambutan resminya.

Selain Marsinah, ada sembilan tokoh lain yang juga dianugerahi gelar Pahlawan Nasional tahun ini, yakni:

2. KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) – tokoh demokrasi dan Presiden RI ke-4 asal Jombang, Jawa Timur.

3. Soeharto – Presiden RI ke-2, tokoh pembangunan nasional asal Jawa Tengah.

4. Mochtar Kusumaatmadja – tokoh hukum dan politik luar negeri asal Jawa Barat.

5. Rahmah El Yunusiyyah – pelopor pendidikan Islam perempuan dari Sumatera Barat.

6. Sarwo Edhie Wibowo – tokoh militer dan keamanan nasional asal Purworejo, Jawa Tengah.

7. Sultan Muhammad Salahuddin – raja Bima yang berjasa dalam perjuangan diplomasi NTB.

8. Syaikhona Muhammad Kholil – ulama kharismatik asal Bangkalan, guru dari para pendiri NU.

9. Tuan Rondahaim Saragih – tokoh pejuang asal Simalungun, Sumatera Utara.

10. Zainal Abidin Syah – Sultan Ternate yang memperjuangkan integrasi Maluku Utara ke Indonesia.

Upacara berlangsung khidmat dengan kehadiran para ahli waris, tokoh masyarakat, dan perwakilan organisasi buruh. Penganugerahan ini disebut sebagai bentuk perluasan makna kepahlawanan — bukan hanya dari medan perang, tapi juga perjuangan sosial dan kemanusiaan.

“Ini pengakuan bahwa kepahlawanan bisa lahir dari pabrik, sawah, hingga ruang kelas. Marsinah membuktikan itu,” kata Menteri Sosial Tri Rismaharini di sela upacara.

Penganugerahan kepada Marsinah juga disambut haru oleh keluarganya di Nganjuk. Kakaknya, Marsini, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah. “Perjuangan adik saya akhirnya dihargai. Kami bangga sekaligus terharu,” ujarnya.

Langkah pemerintah ini diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa perjuangan hak-hak sosial dan pekerja adalah bagian penting dari sejarah bangsa.(red)

Related Posts

Related Posts

Nasional

Kolom - Politik

Recent Posts Label

Pemerintahan

Kriminal

Iklan Bawah

Kabar Travel