Bupati Pasuruan Klarifikasi Kasus Warga Viral Mengadu Ke Ipda Purnomo

Bupati Pasuruan (foto: ist)

PASURUAN – Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo menyampaikan klarifikasi resmi terkait kasus warga yang viral di media sosial setelah mengadu ke Ipda Purnomo. Klarifikasi tersebut disampaikan hari ini, Minggu (14/12/2025), melalui akun media sosial resmi Bupati Pasuruan, menyusul meluasnya perhatian publik terhadap kondisi Pak Fredo Eswanto dan dua anaknya.

Dalam pernyataannya, Bupati Rusdi mengungkapkan bahwa sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi dirinya menerima banyak pemberitahuan dan pesan dari berbagai rekan terkait viralnya kasus tersebut. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Ipda Purnomo, Dinas Sosial Jawa Timur, serta Kementerian Sosial yang telah bergerak cepat membantu warga Pasuruan itu.

“Terima kasih kepada Pak Purnomo yang baik, juga Dinas Sosial Jawa Timur dan Kementerian Sosial yang sudah merawat dan menangani keluarga Pak Fredo Eswanto dengan cepat,” Terang Rusdi melalui akun resminya.

Berdasarkan laporan yang diterima dari Kepala Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta Pemerintah Desa Ngempit, Kecamatan Sidogiri, bupati menjelaskan kondisi medis keluarga tersebut. Pak Fredo Eswanto diketahui menderita suspek tumor mandibula, sementara putrinya mengalami kelainan bawaan lahir berupa tidak memiliki anus, dan putranya menderita kelainan pada alat kelamin.

Bupati menegaskan bahwa sejak awal sakit, Pak Fredo Eswanto beserta putra-putrinya telah mendapatkan perawatan medis dan bantuan sosial dari pemerintah, termasuk perhatian dari kepala desa serta dukungan masyarakat sekitar. Namun, penyakit yang diderita ketiganya membutuhkan penanganan medis spesialis yang tidak dapat ditangani oleh fasilitas kesehatan milik Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

“Kasus ini membutuhkan penanganan di rumah sakit tipe A di bawah naungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” jelasnya.

Selama ini, keluarga tersebut telah menjalani pemeriksaan dan kontrol di RSUD Bangil, serta telah memperoleh rujukan ke RS Saiful Anwar (RSSA) Malang. Namun, tindakan medis lanjutan masih menunggu jadwal yang ditetapkan oleh rumah sakit rujukan.

Melalui klarifikasi yang disampaikan hari ini, bupati berharap dengan adanya perhatian publik, proses penanganan medis Pak Fredo Eswanto dan anak-anaknya dapat segera dipercepat, baik melalui RSSA Malang maupun RSUD Dr. Soetomo Surabaya sebagai rumah sakit rujukan tipe A.

Di akhir keterangannya, bupati kembali mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, serta menugaskan Kepala Desa Ngempit Sidogiri untuk melakukan pendekatan kepada keluarga agar dapat menerima kembali kepulangan Pak Fredo Eswanto dan putrinya. 

“Terima kasih kepada seluruh teman-teman. Tetap jaga kesehatan dan selamat berakhir pekan,” tutup Rusdi Sutejo. (id/an)

Related Posts

Related Posts

Nasional

Kolom - Politik

Recent Posts Label

Pemerintahan

Kriminal

Kebudayaan

Kabar Travel