![]() |
| Sepekan setelah bencana, korban bencana mulai terserang penyakit dan bau bangkai di sejumlah lokasi. (Foto: kotamedan.pikiran-rakyat.com) |
JAKARTA — Sepekan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, situasi di sejumlah wilayah terdampak kian memprihatinkan. Ribuan warga mengungsi, ratusan ruas jalan dan puluhan jembatan rusak, menghambat distribusi bantuan dan evakuasi korban.
Di Aceh, para pengungsi mulai terserang berbagai penyakit akibat kondisi lingkungan yang tidak higienis dan minimnya layanan kesehatan. Flu, demam, batuk, serta penyakit kulit mulai menjangkiti warga yang tinggal di tenda-tenda darurat.
"Ya mulai dari flu, demam di setiap titik pengungsi, sudah kami siapkan nakes yang ada untuk bertugas di lokasi yang bisa dijangkau," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Penanganan Bencana Kabupaten Bener Meriah, Ilham Abdi, dikutip dari cnnindonesia.com.
Kondisi ini diperburuk oleh kerusakan pada 204 fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit dan puskesmas, serta kelangkaan bahan bakar yang menghambat operasional genset untuk pelayanan medis.
Sementara itu, di Aceh Tamiang, bau busuk mulai tercium di sejumlah titik. Warga yang kehilangan tempat tinggal terpaksa tidur di pinggir jalan sambil menunggu bantuan datang.
"Kami terpaksa tidur di jalan, rumah hancur bantuan belum ada. Di beberapa titik sudah mulai bau bangkai, enggak tahu juga itu bau dari manusia yang sudah meninggal atau hewan yang sudah mati," ujar Khalid, warga Aceh Tamiang.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, membenarkan laporan tersebut berdasarkan peninjauan langsung Gubernur Aceh Muzakir Mana ke lokasi.
"Semalam Pak Gubernur jam 23.00 bisa masuk ke Tamiang melalui jalur darat dari Kota Langsa, beliau sampai jam 23.00 hingga jam 03.00 di Tamiang, melaporkan kepada kita kondisi di Tamiang sudah mulai adanya bau dari pada bangkai," ucap Muhammad.
"Dan menurut laporan masyarakat sama gubernur pada saat meninjau, itu kemungkinan mayat-mayat banyak," sambungnya.
Di tengah situasi darurat ini, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa akses darat ke Aceh Tamiang kini telah terbuka dari arah Langkat, Sumatra Utara. PLN juga telah mengirimkan genset untuk memulihkan pasokan listrik secara terbatas di beberapa titik terdampak. (nra)




