![]() |
| Dorong ekonomi nasional, Prabowo dorong serapan anggaran daerah optimal di rapat kabinet sebelum kunjungan kerja ke Australia. (Foto:ksp go.id) |
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah langsung untuk memastikan dana transfer ke daerah digunakan secara optimal menjelang akhir tahun. Tindakan ini dilakukan setelah Menteri Keuangan Purbaya mengirimkan surat kepada para kepala daerah untuk mempercepat realisasi belanja daerah.
Dalam rapat terbatas yang digelar di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sebelum keberangkatan Presiden ke Australia, Prabowo memberikan arahan khusus kepada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Ia diminta untuk mengawasi penyerapan anggaran oleh pemerintah daerah.
"Presiden menugaskan Menteri Sekretaris Negara untuk segera mengkoordinasikan serta memeriksa penyerapan anggaran dan penggunaan transfer ke daerah yang dikelola oleh para kepala daerah menjelang akhir tahun ini," tulis Sekretaris Presiden Teddy Indra Wijaya dalam unggahan resmi di akun Instagram @sekretariat.presiden, dikutip Rabu (12/11/2025).
Presiden juga menekankan pentingnya akuntabilitas dalam penggunaan anggaran. Ia mengingatkan bahwa setiap rupiah yang berasal dari uang rakyat harus digunakan secara tepat dan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, dan beberapa menteri serta kepala lembaga terkait. Mereka turut membahas strategi percepatan belanja daerah.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya telah mengirimkan surat bernomor S-662/MK.08/2025 kepada gubernur, bupati, dan wali kota. Dalam surat tersebut, ia menyampaikan kekhawatiran atas rendahnya realisasi belanja daerah dalam APBD 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Kondisi ini berdampak pada meningkatnya simpanan dana pemerintah daerah di perbankan hingga kuartal ketiga tahun ini. Padahal, penyaluran transfer ke daerah sudah mencapai Rp 644,8 triliun atau sekitar 74% dari total pagu anggaran.
"Sejalan dengan realisasi TKD yang sudah cukup tinggi tersebut, kami mencatat realisasi belanja daerah dalam APBD 2025 secara total mengalami penurunan dibandingkan dengan realisasi belanja APBD tahun yang lalu, sehingga menyebabkan simpanan dana Pemda di perbankan sampai dengan Triwulan III 2025 mengalami kenaikan," kata Purbaya dikutip dari surat yang ditandatanganinya itu, Senin (10/11/2025).
Ia mendorong para kepala daerah untuk segera mengambil langkah konkret dalam mempercepat belanja APBD. Tujuannya adalah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang saat ini menunjukkan perlambatan.
Pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2025 tercatat hanya 5,04% secara tahunan, lebih rendah dibanding kuartal sebelumnya. Oleh karena itu, Purbaya meminta agar belanja daerah dilakukan secara efisien, memenuhi kewajiban kepada pihak ketiga, memanfaatkan dana simpanan, dan melakukan monitoring berkala agar pelaksanaan anggaran tahun depan lebih baik dan selaras dengan program pembangunan nasional.
"Demikian disampaikan untuk dilaksanakan bersama secara konsisten. Terima kasih kami sampaikan atas perhatian dan sinergi berkelanjutan yang terjalin antara Pemerintah Pusat dan Daerah," sebagaimana tertulis dalam surat Purbaya yang tembusannya ke Presiden, Menteri Dalam Negeri, hingga Menteri Sekretaris Negara itu. (nra)




