![]() |
| Keindahan fenomena Supermoon disertai potensi banjir rob di pesisir. (Foto: bacajogja.com) |
Puncak Supermoon akan terlihat Rabu malam, 5 November 2025 sekitar pukul 20.19 WIB. Hal itu diumumkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui media sosial resminya.
“Langit malam hari ini bakal lebih istimewa Sobat! Supermoon atau Purnama Perige akan menghiasi langit malam pada Rabu, 5 November 2025. Puncak fase purnama akan terjadi pukul 20.19 WIB. Sementara itu, posisi Bulan di titik perige akan terjadi pada Kamis, 6 November 2025 pukul 05.28 WIB, dengan jarak 356.833 km dari bumi,” tulis BMKG.
Fenomena Supermoon Beaver atau Golden Supermoon ini menjadi bulan purnama terbesar sejak 2019, dengan jarak Bulan dan Bumi mencapai titik terdekat, yakni 356.833 kilometer. Peneliti utama Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, menyebut intensitas cahayanya sangat tinggi.
“Supermoon pada 5 November adalah yang terbesar karena posisinya paling dekat dengan Bumi, sekitar 356 ribu kilometer dari rata-rata 384 ribu kilometer,” jelas Thomas.
Di samping itu BMKG mengingatkan, kombinasi fase purnama dan posisi perigee dapat meningkatkan ketinggian air laut maksimum. Hal itu akan memicu banjir rob di sejumlah wilayah pesisir.
Daerah yang berpotensi terdampak meliputi pantai utara Jawa, pesisir Kalimantan Selatan, dan sebagian wilayah timur Sumatera.
“Adanya fenomena Fase Perigee dan Bulan Purnama pada 5 November 2025 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum,” tulis BMKG.
BMKG mengajak masyarakat untuk menikmati keindahan Supermoon dengan tetap waspada terhadap potensi dampaknya, terutama bagi yang tinggal di wilayah pesisir. (nra)




