Partisipasi Relawan Penanggulangan Bencana Erupsi Semeru

Lumajang – Minggu (23/11/2025), tim LMI Rescue bergerak sejak pagi hingga malam melakukan evakuasi warga, membersihkan jembatan, membagikan masker, paket makanan siap saji, hingga pelayanan kesehatan meski cuaca di lereng Semeru dilaporkan tidak menentu. Mendung tebal dan potensi banjir lahar dingin masih mengintai kawasan tersebut.

Dhani, Disaster Officer Responses LMI menyampaikan kondisi warga masih relatif stabil, namun risiko bahaya belum sepenuhnya mereda.

“Secara umum kondisi masyarakat terbilang kondusif, namun ancaman banjir lahar dingin masih cukup tinggi seiring intensitas hujan yang terus meningkat di kawasan tersebut,” ujarnya.

Tim LMI Rescue menjangkau area yang membutuhkan penanganan cepat. Berdasarkan asesmen lapangan, tercatat 22 rumah warga, satu bangunan sekolah, dan satu gardu listrik mengalami kerusakan berat. Dampak signifikan juga terlihat pada lahan pertanian dan hewan ternak.

Untuk memperkuat respons, Laznas LMI mendirikan POS LMI Peduli di Desa Penanggal, membuka dapur umum, serta POS Bantu di zona terdampak di salah satu rumah warga di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, guna mempermudah koordinasi tim di lapangan.

Arif Dwi Wicaksono, personel LMI Rescue, mengatakan pihaknya turut membantu warga mengevakuasi barang-barang penting.

“Hari ini kami membantu warga dalam evakuasi barang berharga secara terkoordinasi. Hujan deras sejak siang memicu banjir lahar dingin yang mengarah ke Besuk Kobokan, wilayah Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro,” ungkapnya.

Aliran material vulkanik dilaporkan meluncur deras mengikuti jalur sungai, membawa pasir, kerikil, dan sisa erupsi beberapa hari sebelumnya. Menjelang sore, cuaca di Kecamatan Pronojiwo masih gelap dan hujan tak kunjung reda, membuat risiko lahar susulan tetap tinggi terutama di sepanjang jalur Besuk Kobokan.

LMI mengimbau warga agar tetap waspada dan tidak beraktivitas di zona rawan.

“Mohon warga yang beraktivitas di sekitar daerah aliran sungai meningkatkan kewaspadaan. Potensi banjir lahar maupun awan panas bisa terjadi sewaktu-waktu. Kami menghimbau masyarakat, wisatawan, dan pelaku aktivitas ekonomi menjauhi zona berbahaya serta mengikuti arahan petugas,” pungkasnya.


Kontributor :  Sunanto | LMI

Related Posts

Related Posts

Nasional

Kolom - Politik

Recent Posts Label

Pemerintahan

Kriminal

Iklan Bawah

Kabar Travel