![]() |
| Akan hadir layanan baru perkeretaapian untuk menyaingi layanan Whoosh Jakarta - Bandung. (Foto: insiden24.com) |
JAKARTA - Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menggandeng PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mengembangkan layanan kereta cepat baru bernama Kilat Pajajaran. Proyek ini digadang-gadang menjadi pesaing layanan Whoosh, dengan target waktu tempuh Jakarta–Bandung hanya 1,5 jam melalui jalur konvensional.
Kereta Kilat Pajajaran akan menjadi moda transportasi tercepat kedua di rute Jakarta–Bandung setelah Whoosh, yang saat ini menempuh perjalanan dalam waktu sekitar 46 menit. Sebagai perbandingan, layanan kereta reguler masih membutuhkan waktu antara 2,5 hingga 3 jam tergantung jenisnya.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi sistem perkeretaapian di wilayahnya. Selain mempercepat mobilitas penumpang, proyek ini juga mencakup penyediaan gerbong logistik khusus untuk sektor pertanian.
"Kereta Kilat Pajajaran akan memangkas waktu tempuh relatif sangat cepat, Gambir-Bandung menjadi sekitar satu setengah jam. Bahkan layanan ini direncanakan terhubung hingga Garut, Tasikmalaya, dan Banjar dengan waktu tempuh sekitar dua jam melalui Bandung," ujar Dedi dalam keterangan di Bandung, Rabu (26/11) dikutip dari cnnindonesia.com.
Tak hanya fokus pada transportasi penumpang, Dedi juga menyoroti pentingnya peluncuran layanan Kereta Api Tani Mukti, yang dirancang untuk mengangkut hasil pertanian dan komoditas perdagangan dari sentra produksi di Jawa Barat ke pasar utama seperti Jakarta, Cirebon, dan Banjar.
"Penyediaan lokomotif dan gerbong untuk mengangkut hasil pertanian dan perdagangan pada rute Jakarta-Cirebon serta Jakarta-Banjar ini kami namakan Kereta Api Tani Mukti," katanya.
Dalam peta jalan kerja sama tersebut, Pemprov Jabar dan KAI turut merancang pengaktifan jalur wisata Jaka Lalana yang akan melintasi rute Jakarta–Bogor–Sukabumi–Cianjur. Selain itu, percepatan elektrifikasi jalur Padalarang–Cicalengka juga menjadi prioritas untuk mendukung mobilitas harian masyarakat urban Bandung Raya.
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan komitmennya melalui pembentukan Joint Working Group untuk menyusun kajian teknis dan rencana kerja bertahap. Penataan kawasan Stasiun Bandung dan Kiaracondong juga masuk dalam agenda kerja sama.
Dedi berharap dukungan pembiayaan dari berbagai pihak dapat segera terealisasi, mengingat potensi dampak ekonomi dari integrasi jaringan rel di wilayah utara dan selatan Jawa Barat.
"Hari ini Pemprov Jabar bersama seluruh bupati dan wali kota berkomitmen mengembangkan perkeretaapian. Semoga perjalanan dari Jawa Barat menuju Jakarta semakin lancar," ujar Dedi.
Penandatanganan kerja sama ini dilakukan oleh Dedi Mulyadi dan Bobby Rasyidin, disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Perhubungan Suntana di Purwakarta, Selasa (25/11). (nra)




