![]() |
| Kepulan awan panas membumbung erupsi Gunung Semeru.Selasa,18/11/2025 ( Foto detik.com ) |
Lumajang-Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Pada Selasa (18/11/2025) pukul 06.11 WIB, kolom abu setinggi sekitar 800 meter teramati membumbung dari puncak Jonggring Saloko. Erupsi tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 112 detik, menurut laporan resmi PVMBG.
Kolom abu berwarna putih hingga kelabu pekat mengarah ke selatan, namun saat itu tidak menimbulkan gangguan berarti kepada warga.
Pemantauan Terbaru: Status Naik Jadi Level IV (Awas)
Dalam perkembangan terbaru yang dirilis Rabu–Kamis (19–20 November 2025), PVMBG menyatakan:
Pada Rabu (19/11) pukul 14.13 WIB terjadi awan panas guguran dengan arah luncur ke tenggara–selatan, jarak luncur kurang dari 13 km.
Status Gunung Semeru resmi dinaikkan ke Level IV (Awas) sejak Rabu sore.
Pemerintah Kabupaten Lumajang menetapkan status darurat bencana selama 7 hari, yakni 19–25 November.
BPBD bersama relawan telah mengevakuasi sekitar 300 warga di beberapa sektor terdampak.
Pemantauan real-time dilakukan di pos pengamatan Semeru dan seluruh alur sungai berhulu gunung.
PVMBG menegaskan bahwa peningkatan status ini dipicu kombinasi aktivitas kegempaan, material guguran, dan potensi awan panas saat cuaca hujan.
Zona yang Wajib Dikosongkan
PVMBG meminta warga tidak memasuki sektor tenggara Semeru dan menghindari jalur sungai berhulu puncak gunung, meliputi:
Besuk Kobokan
Besuk Kembar
Besuk Bang
Besuk Sat
Selain itu, masyarakat diminta menjauhi area 500 meter dari tepi sungai, karena potensi aliran lahar meningkat seiring curah hujan.
“Musim hujan membuat potensi lahar hujan dan guguran material lebih tinggi meski erupsi berlangsung dalam skala kecil,” tulis PVMBG.
Aktivitas Warga Masih Terpantau Aman
Di sejumlah desa di sisi selatan Semeru, warga melaporkan hujan abu tipis, namun masih dapat beraktivitas terbatas. Masker mulai dibagikan oleh relawan desa dan tim kesehatan.
Sebagian warga yang tinggal di dekat bantaran sungai sudah memilih mengungsi mandiri ke rumah kerabat. Jalur evakuasi dicek ulang oleh BPBD dan aparat desa.
“Setiap laporan dari pos pengamatan langsung kami tindaklanjuti. Personel disiagakan di titik rawan,” ujar salah satu petugas BPBD Lumajang.
Situasi Terkini: Terkendali, Tapi Risiko Tinggi
Hingga Kamis sore, belum ada laporan kerusakan besar maupun korban jiwa. Namun dengan status Level IV, pemerintah daerah meminta warga tetap waspada dan mematuhi seluruh instruksi petugas.
Pemantauan intensif terus dilakukan di sektor tenggara dan seluruh jalur lahar. Aparat juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sekitar aliran sungai berhulu Semeru.(van)




