Warga Desa Pasinan Tolak Pembangunan Batalyon Di Desa Pasinan Dibantah TNI AL

ilustrasi istimewa

Pasuruan — Suasana Dusun Semongkrong, Desa Pasinan, Lekok, mendadak ramai. Warga berbondong-bondong mendatangi lahan desa setelah muncul spanduk bertuliskan rencana pembangunan sekolah Tamtama Marinir TNI AL. Belum ada sosialisasi, belum ada penjelasan, tiba-tiba ada tulisan “akan dibangun gedung sekolah tamtama marinir” terpampang jelas.

Aksi penolakan berlangsung Rabu (12/11) pagi. Warga memasang banner tandingan sebagai bentuk keberatan. Tanpa kericuhan, mereka bubar setelah menyuarakan sikap.

Eko Suryono, anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan yang memantau situasi, menyebut keresahan warga wajar karena lahan itu merupakan tanah desa. “Tidak ada komunikasi resmi sebelumnya. Warga kaget karena tahunya dari spanduk,” ujarnya.

Dari pihak TNI AL, klarifikasi justru berbeda arah. Letda Mar Sutikno, Paur PAM Puslatpur 3 Grati, menegaskan bahwa tidak ada rencana pembangunan sekolah di lokasi yang dipersoalkan warga. Ia bahkan menyebut pihaknya tidak mengetahui asal-usul spanduk yang memicu kegaduhan itu.

“Setahu kami, tidak ada program pembangunan apa pun di wilayah tersebut,” kata Sutikno. Ia menduga isu tersebut muncul akibat kabar lain tentang rencana pembangunan batalyon di wilayah berbeda.

Meski sudah ada klarifikasi, warga berharap ke depan setiap informasi terkait proyek pertahanan atau kegiatan TNI AL disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan salah paham.(red)

Related Posts

Related Posts

Nasional

Kolom - Politik

Recent Posts Label

Pemerintahan

Kriminal

Iklan Bawah

Kabar Travel