![]() |
| Korban, Abdul Mazid (50) dievakuasi ke RSUD Soedarsono Kota Pasuruan |
Pasuruan – Seorang buruh tani bernama Slamet Abdul Mazid (50), warga Desa Sambirejo, Kecamatan Rejoso, ditemukan meninggal dunia di area persawahan pada Selasa (19/11) malam. Korban sempat berpamitan kepada keluarga untuk mencari lumut sekitar pukul 15.30 WIB, namun tak kunjung pulang hingga menjelang malam.
Karena khawatir, keluarga menyusul ke area persawahan. Setibanya di lokasi, mereka dikejutkan oleh tubuh Slamet yang sudah mengambang di genangan air sawah dalam kondisi terlentang.
Petugas kemudian datang dan melakukan pemeriksaan awal. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Dugaan sementara, Slamet terpeleset atau kehilangan keseimbangan saat beraktivitas di sawah yang licin.
Kapolsek Rejoso, IPTU Agung Prasetyo, membenarkan bahwa proses penanganan langsung dilakukan bersama tenaga medis.
“Kami memastikan korban dievakuasi secara prosedural,” ujarnya.
Jenazah kemudian dibawa ke RSUD dr. Soedarsono Kota Pasuruan untuk dilakukan visum luar guna memastikan kondisi tubuh korban secara detail.
Peristiwa ini kembali menyoroti minimnya standar keselamatan kerja (K3) bagi buruh tani. Mereka bekerja di area berlumpur, berair, jauh dari permukiman, dan sering sendirian tanpa alat pelindung maupun pendamping.
Kondisi sawah yang licin, kontur tidak rata, hingga kelelahan fisik menjadi ancaman nyata yang sering kali dianggap sepele.
Pemerintah desa, kelompok tani, dan instansi terkait diharapkan lebih memperhatikan aspek keselamatan kerja petani agar tragedi serupa tidak kembali terjadi.
Jenazah Slamet kini telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.(van)




