37 Desa di Aceh Tengah Masih Terisolasi Pascabencana Banjir Longsor

Jalan-jalan di Aceh Tengah banyak tak bisa dilalui karena banjir dan longsor sementara logistik mulai menipis. (Foto:mediaindonesia.com)

ACEH TENGAH — Lebih dari sebulan setelah banjir bandang dan longsor menerjang wilayah Aceh Tengah, sebanyak 37 desa masih terputus total dari akses luar. Putusnya jalur transportasi akibat bencana tersebut membuat desa-desa ini belum bisa dijangkau secara normal.

Desa-desa yang terisolasi tersebar di Kecamatan Rusip Antara, serta sebagian wilayah Kecamatan Ketol, Bintang, dan Linge. Untuk menjangkau lokasi-lokasi tersebut, warga harus menyeberangi sungai berarus deras menggunakan tali sling sebagai satu-satunya sarana.

Dikutip dari metrotvnews.com, Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menyatakan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna membangun hunian sementara bagi warga terdampak. Relokasi diperlukan karena beberapa desa mengalami kerusakan parah dan kondisi geografisnya tidak lagi layak huni.

Seiring waktu, jumlah desa yang terisolasi mulai menurun. Akses darat ke beberapa wilayah seperti Kelitu, Sintap, dan Gegarang telah berhasil dibuka, memungkinkan distribusi bantuan logistik tidak lagi bergantung pada jalur danau.(nra)

“Sampai hari ini, tersisa 37 desa lagi yang terisolir. Ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden melalui Bapak Gubernur. Kami terus memantau perkembangannya,” ujar Bupati Haili Yoga, dikutip dari Metro Pagi Primetime Metro TV, Selasa, 30 Desember 2025. (nra)


Related Posts

Related Posts

Nasional

Kolom - Politik

Recent Posts Label

Pemerintahan

Kriminal

Kebudayaan

Kabar Travel